Pencarian
 
 

Display results as :
 


Rechercher Advanced Search

Latest topics
» Tanya Jawab seputar Kundalini dng Raja Kudalini
Tue May 15, 2012 12:26 pm by henry_gautama

» KUNDALINI SHAKTI part 3
Sun Mar 25, 2012 4:42 pm by henry_gautama

» KUNDALINI SHAKTI part 2.
Sun Mar 25, 2012 4:39 pm by henry_gautama

» Kundalini Part 1 By TRIMURTI YOGA KUNDALINI
Sat Mar 24, 2012 9:24 pm by henry_gautama

» Kundalini-not Only in Hinduism
Sat Mar 24, 2012 8:52 pm by henry_gautama

» Pandangan Tantrayana ttg Pembangkitan Kundalini:
Fri Mar 23, 2012 9:52 pm by henry_gautama

» Beasiswa S1
Tue Mar 20, 2012 4:39 pm by henry_gautama

» Lowongan MANAGER OPERASIONAL
Tue Mar 20, 2012 4:37 pm by henry_gautama

» Mengenal lebih dekat Kundalini
Tue Mar 20, 2012 3:16 pm by henry_gautama

Connect Facebook
Samudera Hati (TYK)

Samudera Hati (TYK)

Gallery


December 2016
MonTueWedThuFriSatSun
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 

Calendar Calendar

Navigation
 Portal
 Indeks
 Anggota
 Profil
 FAQ
 Pencarian
Poll
Counter
Anda pengunjung yang ke :
www.samuderahati.co.cc

Statistics
Total 68 user terdaftar
User terdaftar terakhir adalah Enung Martina

Total 428 kiriman artikel dari user in 160 subjects

:: Mengendalikan Pikiran-Pikiran Liar ::

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

:: Mengendalikan Pikiran-Pikiran Liar ::

Post  semesta on Thu Jul 02, 2009 9:50 am

Mengendalikan pikiran-pikiran liar – itulah Yoga
(Patanjali Yoga Sutra 1:2)

Selama ini kita dikendalikan oleh Mind - oleh pikiran. Patanjali mengatakan bahwa pengendalian pikiran adalah yoga. Berarti apa ? Berarti memisahkan diri dari pikiran. Berarti menghidupkan kembali suatu unsur dalam diri kita, yang dapat mengatasi keliaran pikiran. Sutra ini perlu penyelaman yang sangat dalam.

Para ahli di Barat beranggapan bahwa apa yang kita pikirkan, itulah kita. Dulu mereka mengidentitaskan manusia sepenuhnya dengan badan kasat. Sekarang dengan pikiran. Besok-besok, mereka akan mengidentitaskan diri manusia dengan rasa. Sementara ada juga yang mengidentitaskan manusia dengan energy. Yang kita sebut kelompok new-age berada pada lapisan energy. Sebelum beranjak ke pikiran, kita harus memahami manusia terlebih dahulu.

Kata “manusia” atau “manushya” berasal dari dua suku kata, “manas” dan “ishya”. “Ishya” berarti Keberadaan. “Manas” berarti Pikiran. Apabila Keberadaan atau eksistensi bertemu dengan pikiran, lahirlah manusia. Apabila manusia melepaskan dirinya dari pikiran, maka ia adalah Keberadaan atau Eksistensi. Keberadaan Pikiran = Manusia, sebaliknya Manusia – Pikiran = Keberadaan. Energi dan apa yang kita sebut “materi” sama-sama merupakan bagian dari Keberadaan. Elemen-elemen air, api, udara, tanah dan lain sebagainya – semuanya merupakan bagian dari Keberadaan. Mengidentitaskan diri kita dengan energy berarti mengidentitaskan diri kita dengan salah satu unsur Keberadaan. Itu sebabnya, kelompok-kelompok new-age masih sibuk lari dari tempat. Mereka hanya memindahkan identitas diri, dari badan kasat ke badan energy. Dua-duanya masih merupakan badan, masih merupakan bagian-bagian kecil Keberadaan.

Mengidentitaskan diri dengan materi (badan kasat) atau energy (badan halus) masih merupakan kegiatan pikiran. Kita masih belum bersatu, belum menyatu dengan Keberadaan. Pikiran harus terlepaskan dan pada saat itu juga, kita menyatu kembali dengan Keberadaan.

Itu sebabnya Yesus menuntut kepolosan dan ketulusan seorang anak kecil. Itu sebabnya ia mengatakan bahwa pintu Kerajaan Allah terbuka lebar bagi mereka yang polos dan tulus seperti anak kecil. Anak-anak kecil masih begitu dekat dengan Keberadaan. Kenapa ? Karena pikiran atau thoughts mereka belum mengkristal menjadi mind (liat juga Sabda Pencerahan dan Meditasi & Reiki oleh penulis yang sama – Ed.)

Kembali ke Patanjali. Apa yang ia maksudkan dengan pengendalian pikiran? Anda hanya dapat mengendalikan sesuatu, apabila Anda lebih kuat daripada apa yang hendak dikendalikan. Apa yang terjadi selama ini ? Kita dikendalikan oleh pikiran. Amarah kita, kecemasan kita, kekhawatiran kita, rasa takut kita – semuanya muncul karena pikiran.

Itu sebabnya pada awal mula, seorang praktisi yoga harus belajar rileksasi dulu – cara memperoleh ketenangan. Begitu mencapai ketenangan, apa yang kita sebut mind menjadi lumer, mulai mencair. Akumulasi thoughtstelah menyebabkan terjadinya mind dan sekarang mind mencair kembali menjadi thoughts. Kita seperti anak kecil kembali, polos, tulus.

Mengendalikan mind sebagaimana disebut dalam sutra ini, juga berarti memahami persis sifat mind. Bagaimana Anda bisa mengendalikan sesuatu apabila belum memahaminya? Memahami mind berarti memahami keliarannya. Mind merupakan akumulasi thoughts. Thoughts atau pikiran-pikiran yang bertentangan menciptakan mind, maka mind selalu liar.

Mind harus lumer kembali – mencair kembali. Pencairan ini terjadi dalam keadaan tenang. Anda menjadi polos kembali, tulus kembali, sederhana seperti seorang anak kecil. Keadaan tenang itu membuat Anda merasakankesatuan dan persatuan dengan Keberadaan. Saya mengulangi, "membuat Anda merasakan" - berarti apa ? berarti, sebenarnya anda tidak pernah terpisahkan dari Keberadaan. Selama ini, anda hanya merasakan perpisahan. Begitu Anda berhasil mengendalikan pikiran atau melepaskan diri dari pikiran, rasa perpisahan itu akan hilang, akan lenyap.

Kutipan dari :
Mengendalikan pikiran-pikiran liar – itulah Yoga
(Patanjali Yoga Sutra 1:2)

semesta

Jumlah posting : 54
Points : 96
Reputation : 0
Join date : 29.06.09

Kembali Ke Atas Go down

Re: :: Mengendalikan Pikiran-Pikiran Liar ::

Post  MMD on Sat Jul 18, 2009 1:39 pm

a

MMD

Jumlah posting : 2
Points : 2
Reputation : 0
Join date : 18.07.09

Kembali Ke Atas Go down

Re: :: Mengendalikan Pikiran-Pikiran Liar ::

Post  MMD on Sat Jul 18, 2009 1:40 pm

um...memisahkan diri dari pikiran?apa yang dipisahkan jika tidak ada inti?bukankah "konsep" memisahkan seakan2 ada "sesuatu" antara "?" dan "pikiran" itu sendiri?

MMD

Jumlah posting : 2
Points : 2
Reputation : 0
Join date : 18.07.09

Kembali Ke Atas Go down

Re: :: Mengendalikan Pikiran-Pikiran Liar ::

Post  semesta on Sat Jul 18, 2009 1:48 pm

Menurut pendapat saya, Niat-lah yang harus dipisahkan dari pikiran.

Terlebih karena pikiran tersebut tidak berdiri sendiri, dan tentu-nya masih harus di-"lepas"-kan.

Teori "Tanpa Inti" itu sendiri .. bukan berarti tidak harus di-pisahkan, bukan ??

semesta

Jumlah posting : 54
Points : 96
Reputation : 0
Join date : 29.06.09

Kembali Ke Atas Go down

Re: :: Mengendalikan Pikiran-Pikiran Liar ::

Post  henry_gautama on Sat Jul 18, 2009 2:02 pm

bukankah untuk mengenal dan mengerti secara dalam kita juga harus mengetahui ke dua belah sisi sehingga mendapatkan "isi" dari kedua sisi tersebut

henry_gautama

Jumlah posting : 63
Points : 129
Reputation : 0
Join date : 30.06.09

Kembali Ke Atas Go down

Re: :: Mengendalikan Pikiran-Pikiran Liar ::

Post  Sponsored content Today at 11:59 am


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik