Pencarian
 
 

Display results as :
 


Rechercher Advanced Search

Latest topics
» Tanya Jawab seputar Kundalini dng Raja Kudalini
Tue May 15, 2012 12:26 pm by henry_gautama

» KUNDALINI SHAKTI part 3
Sun Mar 25, 2012 4:42 pm by henry_gautama

» KUNDALINI SHAKTI part 2.
Sun Mar 25, 2012 4:39 pm by henry_gautama

» Kundalini Part 1 By TRIMURTI YOGA KUNDALINI
Sat Mar 24, 2012 9:24 pm by henry_gautama

» Kundalini-not Only in Hinduism
Sat Mar 24, 2012 8:52 pm by henry_gautama

» Pandangan Tantrayana ttg Pembangkitan Kundalini:
Fri Mar 23, 2012 9:52 pm by henry_gautama

» Beasiswa S1
Tue Mar 20, 2012 4:39 pm by henry_gautama

» Lowongan MANAGER OPERASIONAL
Tue Mar 20, 2012 4:37 pm by henry_gautama

» Mengenal lebih dekat Kundalini
Tue Mar 20, 2012 3:16 pm by henry_gautama

Connect Facebook
Samudera Hati (TYK)

Samudera Hati (TYK)

Gallery


December 2016
MonTueWedThuFriSatSun
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 

Calendar Calendar

Navigation
 Portal
 Indeks
 Anggota
 Profil
 FAQ
 Pencarian
Poll
Counter
Anda pengunjung yang ke :
www.samuderahati.co.cc

Statistics
Total 68 user terdaftar
User terdaftar terakhir adalah Enung Martina

Total 428 kiriman artikel dari user in 160 subjects

“Kepolosan dan Kesederhanaan”

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

“Kepolosan dan Kesederhanaan”

Post  Che Na on Wed Jul 01, 2009 12:18 pm

“Kepolosan dan Kesederhanaan”

Semalam tanggal 23 Juni 2009, aku menonton film kartun yang diputar distasiun televisi swasta, yang mengisahkan tentang perjalanan dua orang anak menghadapi pertandingan-pertandingan demi mendapatkan uang. Uang yang telah didapatkan itu untuk mereka belikan sebuah CD game, CD game tersebut mempunyai petunjuk untuk menemukan ayah dari salah satu kedua anak tersebut.

Diceritakan bahwa dua anak ini mendapatkan uang, dan uang tersebut dibelikan 3 barang antik. Salah satu dari barang antik itu adalah sebuah pahatan kayu. Mereka membawa pahatan kayu dan 2 barang antik lainnya ke toko barang antik untuk dijual kembali agar mendapatkan uang yang lebih banyak.

Pada saat ditoko barang antik tersebut, ternyata pahatan kayu itu dinilai sangat rendah. Namun datang seorang laki-laki yang mengatakan bahwa nilai sebuah pahatan kayu itu sangat jauh lebih mahal, karena nilainya bukan pada pahatan kayu, namun pada isi didalam pahatan kayu tersebut.

Akhirnya mereka tidak jadi menjual ditoko tersebut, dan membawa pulang. Setelah samapai dirumah pahatan kayu itu dibuka, dan ternyata benar bahwa didalam pahatan kayu itu terdapat banyak sekali perhiasan yang berkilauan.

Keesokan harinya mereka membawa pahatan kayu yang sudah terbelah dan beserta isinya kepelelangan untuk dijual kembali. Pada saat pengunjung terkagum-kagum dengan pahatan beserta isinya tersebut, datanglah seorang ahli penilai barang-barang antic yang mempertanyakan keaslian isi (perhiasan) didalam pahatan kayu.

Orang itu mengatakan bahwa boleh saja kayu tersebut asli ratusan tahun, lalu bagaimana dengan isinya apakah asli juga?
Pada intinya maksud si orang ahli penilai barang-barang itu menyindir (negatif), namun salah satu anak ini menanggapinya dengan polos dan sederhana, anak ini terus saja menanyakan hal-hal apa yang memang menjadi kriteria untuk menilai bahwa barang tersebut tergolong antik, dan tanpa sadar si ahli penilai pun memberikan “ilmu” nya kepada si anak itu.

Yang dapat diambil dari kisah ini adalah, bahwa dengan kepolosan dan kesederhanaan maka kita akan mendapatkan semuanya. Polos disini bukan berarti lugu atau dapat dibodohi, namun jika bisa diumpamakan kisah ini adalah kebalikan dari cerita zen.

Cerita zen yang mengisahkan tentang seorang guru datang menemui master zen, kemudian master zen menuangkan teh kedalam cangkir, hingga penuh, dan terus tetap menuangkan teh tersebut walau cangkir tersebut telah penuh yang akhirnya airnya keluar dari cangkir.

Kisah zen adalah kebalikan dari kisah cerita film kartun diatas, dimana kisah zen adalah guru tersebut ingin belajar, namun di pikirannya telah penuh dengan “konsepnya” sendiri. Pada akhirnya tidak ada yang dapat dia pelajari dari master zen.

Oleh sebab itu kita semua hendaknya membuka pola pikir kita seluas-luasnya. Agar kita tidak “melekat dengan konsep” yang kita pegang selama ini.


_/\_
Che Na
24 Juni 2009

Che Na

Jumlah posting : 94
Points : 186
Reputation : 3
Join date : 29.06.09

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik