Pencarian
 
 

Display results as :
 


Rechercher Advanced Search

Latest topics
» Tanya Jawab seputar Kundalini dng Raja Kudalini
Tue May 15, 2012 12:26 pm by henry_gautama

» KUNDALINI SHAKTI part 3
Sun Mar 25, 2012 4:42 pm by henry_gautama

» KUNDALINI SHAKTI part 2.
Sun Mar 25, 2012 4:39 pm by henry_gautama

» Kundalini Part 1 By TRIMURTI YOGA KUNDALINI
Sat Mar 24, 2012 9:24 pm by henry_gautama

» Kundalini-not Only in Hinduism
Sat Mar 24, 2012 8:52 pm by henry_gautama

» Pandangan Tantrayana ttg Pembangkitan Kundalini:
Fri Mar 23, 2012 9:52 pm by henry_gautama

» Beasiswa S1
Tue Mar 20, 2012 4:39 pm by henry_gautama

» Lowongan MANAGER OPERASIONAL
Tue Mar 20, 2012 4:37 pm by henry_gautama

» Mengenal lebih dekat Kundalini
Tue Mar 20, 2012 3:16 pm by henry_gautama

Connect Facebook
Samudera Hati (TYK)

Samudera Hati (TYK)

Gallery


December 2016
MonTueWedThuFriSatSun
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 

Calendar Calendar

Navigation
 Portal
 Indeks
 Anggota
 Profil
 FAQ
 Pencarian
Poll
Counter
Anda pengunjung yang ke :
www.samuderahati.co.cc

Statistics
Total 68 user terdaftar
User terdaftar terakhir adalah Enung Martina

Total 428 kiriman artikel dari user in 160 subjects

"Materi Bagi Kehidupan"

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

"Materi Bagi Kehidupan"

Post  Che Na on Mon Jun 29, 2009 3:54 pm

Kita semua pasti tahu materi bukan? Materi biasa umum kita kenal uang atau harta. Dimana semua orang dari bayi didalam kandungan bahkan sampai orang yang meninggal pun membutuhkan materi. Bayi membutuhkan susu, makanan bergizi, periksa kondisi pada saat didalam kandungan semua membutuhkan uang. Ketika lahir, biaya operasi ataupun rumah sakit juga membutuhkan uang. Anak hingga remaja membutuhkan biaya sekolah dll juga memerlukan uang. Ketika sudah lulus sekolah ataupun kuliah apa yang dilakukan, yaitu itu mencari uang. Pada saat kita sakit pun untuk membeli obat atau pergi memeriksakan diri ke dokter juga memerlukan uang, sampai akhirnya meninggalpun membutuhkan uang.

Ada sebuah kalimat yang mengatakan bahwa "Uang bukan segala-galanya, tetapi segala-galanya butuh uang". Kalimat ini memang tepat sekali apalagi dikota besar. Dimana uang bagi sebagian orang begitu tidak bernilai, tetapi bagi sebagian orang yang lain uang sangat bernilai. Dimana untuk (maaf) buang air kecilpun dikota besar membutuhkan uang.

Terkadang kita begitu sibuk bekerja untuk mengejar mencari uang, menumpuk harta hingga lupa waktu. Bahkan jika bagi orang-orang tertentu, waktu 7(tujuh) hari dalam seminggu dan 24 (dua puluh empat) jam dalam 1 (satu) hari itu tidak cukup atau masih kurang.

Untuk apa uang yang kita cari yang kadang orang bilang "banting tulang untuk mencari harta", apakah harta itu nantinya akan dibawa mati?? Dengan sibuknya bekerja orang lupa waktu, karena yang di "isi" adalah "kematerialan" bagaimana dengan "spiritual" apakah mereka bisa mengimbanginya?

Kemarin tgl 07 Juni 2009 seperti biasa saya tugas di RSKB, disana saya mengunjungi dan membatu perawat, merawat seorang pasien nenek tua berumur 85 th yang menderita penyakit keropos tulang. Tubuhnya sangat lemah, sangat kurus dan sulit untuk berbicara karena sakit yang diderita. Pada saat keluar ruang perawatan, suster bercerita bahwa nenek tua ini ditunggui oleh 2 (dua) orang anak laki-lakinya yang kurang lebih berumur 50 th.

Suster bercerita bahwa apa yang ingin dokter lakukan tindakan kedua anak laki-laki nenek tua ini selalu menolak dikarenakan semua keputusan ditangan kakak perempuan mereka. Sempat pada saat itu saya hanya menghela napas, dan juga seorang teman sempat berkata " wah kalau begitu yang mempunyai uang itu kakak perempuannya". Miris sekali mendengar hal tersebut, ketika uang begitu sangat berkuasa bahkan diantara hidup dan mati.

Dikala uang sangat berharga untuk kehidupan, dilain pihak ada sebagian orang yang bergelimang harta berfoya-foya untuk menghabiskan harta mereka dengan cara pergi ke klub malam, membeli narkoba dll.

Pada saat memikirkan semua itu, saya teringat akan kata-kata yang pernah diucapkan seseorang kepada saya "ketika kematerialan bukan lagi sebagai pemuas nafsu, tetapi kematerialan hanya sebagai pendukung kefisikan semata". Kata-kata tersebut sudah lama saya dengar, namun karena maknanya sangat dalam sampai hari ini saya tidak akan pernah melupakannya.

Kata-kata tersebut selalu menjadi pengingat bagi saya pribadi, ketika nafsu-nafsu keinginan menghantui dan menyerang pikiran saya. Sampai hari ini saya masih terus berusaha belajar untuk menempatkan kematerialan itu hanya sebagai pendukung kefisikan semata, bukan sebagai pemuas nafsu.

_/\_
Che Na
08 Juni 2009

Che Na

Jumlah posting : 94
Points : 186
Reputation : 3
Join date : 29.06.09

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik