Pencarian
 
 

Display results as :
 


Rechercher Advanced Search

Latest topics
» Tanya Jawab seputar Kundalini dng Raja Kudalini
Tue May 15, 2012 12:26 pm by henry_gautama

» KUNDALINI SHAKTI part 3
Sun Mar 25, 2012 4:42 pm by henry_gautama

» KUNDALINI SHAKTI part 2.
Sun Mar 25, 2012 4:39 pm by henry_gautama

» Kundalini Part 1 By TRIMURTI YOGA KUNDALINI
Sat Mar 24, 2012 9:24 pm by henry_gautama

» Kundalini-not Only in Hinduism
Sat Mar 24, 2012 8:52 pm by henry_gautama

» Pandangan Tantrayana ttg Pembangkitan Kundalini:
Fri Mar 23, 2012 9:52 pm by henry_gautama

» Beasiswa S1
Tue Mar 20, 2012 4:39 pm by henry_gautama

» Lowongan MANAGER OPERASIONAL
Tue Mar 20, 2012 4:37 pm by henry_gautama

» Mengenal lebih dekat Kundalini
Tue Mar 20, 2012 3:16 pm by henry_gautama

Connect Facebook
Samudera Hati (TYK)

Samudera Hati (TYK)

Gallery


December 2016
MonTueWedThuFriSatSun
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 

Calendar Calendar

Navigation
 Portal
 Indeks
 Anggota
 Profil
 FAQ
 Pencarian
Poll
Counter
Anda pengunjung yang ke :
www.samuderahati.co.cc

Statistics
Total 68 user terdaftar
User terdaftar terakhir adalah Enung Martina

Total 428 kiriman artikel dari user in 160 subjects

Tukang Sirkus

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Tukang Sirkus

Post  Che Na on Thu Aug 06, 2009 4:50 pm

Semalam tiba-tiba saja terlintas dikepala visualisasi tentang pemain sirkus yang sedang berjalan diseutas tali. Dan pikiranku mulai "melompat" keacara-acara sirkus, semakin lama visualisasi itu semakin nyata. Dimana seorang pemain dari ujung utas tali mulai berjalan memegangi sepotong bambu untuk membantu dia menjaga keseimbangan agar tidak jatuh.

Setelah diamati, semakin lama aku berpikir bahwa kita yang sedang berjalan di jalan spiritual sama halnya dengan si pemain sirkus tersebut.

Mana kala setiap waktu, setiap saat didalam perjalanan kita, kadang kita seimbang dan kadang kita tidak seimbang. Bahkan mungkin lebih banyak tidak seimbang dibandingkan dengan seimbang.

Si pemain sirkus dari awal langkahnya di seutas tali, sampai akhirnya mencapai tujuan dia akan selalu menjaga keseimbangan dirinya bukan???, jika tidak menjaga keseimbangan dirinya dia pasti tidak akan dapat bertahan lama diatas tali tersebut, mudah goyah, dan mudah jatuh.

Dia menjaga agar sadar setiap saat, ketika kaki melangkah dan mulai terjadi keseimbangan maka dia akan sigap menangkap ketidakseimbangannya itu dan langsung mengembalikan keposisi seimbang.

Bagi kita seorang pejalan spiritual pun sama, yaitu kita harus sadar setiap saat dan dapat menangkap ketidak seimbangan kita lalu kemudian dengan cepat mengembalikan kedalam posisi keseimbangan. AGar ketidakseimbangan itu tidak berlarut-larut.

Dalam hal ini alat bantu si pemain sirkus adalah bambu. Sedangkan bagi kita adalah meditasi. Jika kita sadar akan ketidak seimbangan maka cobalah untuk "hening" sejenak untuk mengembalikan keposisi seimbang.

Hanya dengan "hening" sejenak kita dapat kembali keposisi "netral" .

_/\_
Che Na
5 Agustus 2009

Che Na

Jumlah posting : 94
Points : 186
Reputation : 3
Join date : 29.06.09

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tukang Sirkus

Post  oot30 on Fri Sep 04, 2009 9:11 pm

Che Na wrote:Semalam tiba-tiba saja terlintas dikepala visualisasi tentang pemain sirkus yang sedang berjalan diseutas tali. Dan pikiranku mulai "melompat" keacara-acara sirkus, semakin lama visualisasi itu semakin nyata. Dimana seorang pemain dari ujung utas tali mulai berjalan memegangi sepotong bambu untuk membantu dia menjaga keseimbangan agar tidak jatuh.

Setelah diamati, semakin lama aku berpikir bahwa kita yang sedang berjalan di jalan spiritual sama halnya dengan si pemain sirkus tersebut.

Mana kala setiap waktu, setiap saat didalam perjalanan kita, kadang kita seimbang dan kadang kita tidak seimbang. Bahkan mungkin lebih banyak tidak seimbang dibandingkan dengan seimbang.

Si pemain sirkus dari awal langkahnya di seutas tali, sampai akhirnya mencapai tujuan dia akan selalu menjaga keseimbangan dirinya bukan???, jika tidak menjaga keseimbangan dirinya dia pasti tidak akan dapat bertahan lama diatas tali tersebut, mudah goyah, dan mudah jatuh.

Dia menjaga agar sadar setiap saat, ketika kaki melangkah dan mulai terjadi keseimbangan maka dia akan sigap menangkap ketidakseimbangannya itu dan langsung mengembalikan keposisi seimbang.

Bagi kita seorang pejalan spiritual pun sama, yaitu kita harus sadar setiap saat dan dapat menangkap ketidak seimbangan kita lalu kemudian dengan cepat mengembalikan kedalam posisi keseimbangan. AGar ketidakseimbangan itu tidak berlarut-larut.

Dalam hal ini alat bantu si pemain sirkus adalah bambu. Sedangkan bagi kita adalah meditasi. Jika kita sadar akan ketidak seimbangan maka cobalah untuk "hening" sejenak untuk mengembalikan keposisi seimbang.

Hanya dengan "hening" sejenak kita dapat kembali keposisi "netral" .

_/\_
Che Na
5 Agustus 2009

bung che na kelihatan sekali kalau penekanan dari tulisan ini adalah 'apa itu keadaan ketidakseimbangan'! Very Happy
supaya lebih lengkap dan berisi, mungkin lebih baik untuk juga memberikan contoh-contoh konkrit untuk menunjukkan keadaan ketidak seimbangan tersebut. Laughing

oot30

Jumlah posting : 103
Points : 104
Reputation : 0
Join date : 19.08.09

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tukang Sirkus

Post  Che Na on Sat Sep 05, 2009 9:33 am

Contoh ketidakseimbangan dalam kehidupan sehari-hari adalah : kegembiraan yang kita dapatkan, kesedihan apa yang kita alami, rasa kecewa, rasa menyesal dll. Hal-hal yang "berlebihan" itulah ketidak seimbangan, sama seperti ketika kita menimbang suatu barang dengan alat timbangan. JIka salah satu timangan terisi dengan "beban" terlalu berat maka yang terjadi adalah "jomplang".

_/\_
Che na

Che Na

Jumlah posting : 94
Points : 186
Reputation : 3
Join date : 29.06.09

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tukang Sirkus

Post  oot30 on Sat Sep 05, 2009 12:15 pm

Che Na wrote:Contoh ketidakseimbangan dalam kehidupan sehari-hari adalah : kegembiraan yang kita dapatkan, kesedihan apa yang kita alami, rasa kecewa, rasa menyesal dll. Hal-hal yang "berlebihan" itulah ketidak seimbangan, sama seperti ketika kita menimbang suatu barang dengan alat timbangan. JIka salah satu timangan terisi dengan "beban" terlalu berat maka yang terjadi adalah "jomplang".

_/\_
Che na

saya masih belum mengerti kenapa rasa gembira bung masukkan juga sebagai contoh dari keadaan ketidakseimbangan.
logika saya mengatakan kalau keadaan ketidakseimbangan itu tidak baik, nah, kalau rasa gembira adalah tidak baik, jadi yang baik itu yang bagaimana?, jadi yang masuk dalam keadaan keseimbangan / keadaan yang baik itu yang mana? Mad

oot30

Jumlah posting : 103
Points : 104
Reputation : 0
Join date : 19.08.09

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tukang Sirkus

Post  Che Na on Sat Sep 05, 2009 12:23 pm

Menagapa rasa gembira saya katakan masuk kedalam ketidakseimbangan adalah, bahwa kadang kita seringkali mendapatkan entah suatu kabar, atau suatu kejadian yang membuat kita sangat gembira. Dengan kegembiraan itu kita menjadi "lupa", kita terlalu hanyut dengan "rasa" itu. pada akhirnya kita lupa bahwa didunia ini ada dua sisi, gembira dan sedih. Ketika kita larut dan terbawa arus kegembiraan, pada saat itu juga kita mendengar kabar yg bertolak belakang(kesedihan) maka itu akan membuat kita ekstrim. dari dasar (kegembiraan), kita harus beralih dalam satuan waktu yang sama ke dasar "kesedihan" itu sangat ekstrim, menyakitkan, menjadi kita menderita. Itulah mengapa saya sebuat bahwa kegembiraan juga adalah ketidak seimbangan.

Menurut saya yang baik itu adalah bahwa kita selalu "sadar", dan "seimbang" tidak menggap segala sesutau itu berlebihan atau ekstrim.

"Tidak merasa gembira disaat bahagia, tidak merasa sedih disaat menderita"

_/\_
Che Na

Che Na

Jumlah posting : 94
Points : 186
Reputation : 3
Join date : 29.06.09

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tukang Sirkus

Post  Sponsored content Today at 11:58 am


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik