Pencarian
 
 

Display results as :
 


Rechercher Advanced Search

Latest topics
» Tanya Jawab seputar Kundalini dng Raja Kudalini
Tue May 15, 2012 12:26 pm by henry_gautama

» KUNDALINI SHAKTI part 3
Sun Mar 25, 2012 4:42 pm by henry_gautama

» KUNDALINI SHAKTI part 2.
Sun Mar 25, 2012 4:39 pm by henry_gautama

» Kundalini Part 1 By TRIMURTI YOGA KUNDALINI
Sat Mar 24, 2012 9:24 pm by henry_gautama

» Kundalini-not Only in Hinduism
Sat Mar 24, 2012 8:52 pm by henry_gautama

» Pandangan Tantrayana ttg Pembangkitan Kundalini:
Fri Mar 23, 2012 9:52 pm by henry_gautama

» Beasiswa S1
Tue Mar 20, 2012 4:39 pm by henry_gautama

» Lowongan MANAGER OPERASIONAL
Tue Mar 20, 2012 4:37 pm by henry_gautama

» Mengenal lebih dekat Kundalini
Tue Mar 20, 2012 3:16 pm by henry_gautama

Connect Facebook
Samudera Hati (TYK)

Samudera Hati (TYK)

Gallery


December 2016
MonTueWedThuFriSatSun
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 

Calendar Calendar

Navigation
 Portal
 Indeks
 Anggota
 Profil
 FAQ
 Pencarian
Poll
Counter
Anda pengunjung yang ke :
www.samuderahati.co.cc

Statistics
Total 68 user terdaftar
User terdaftar terakhir adalah Enung Martina

Total 428 kiriman artikel dari user in 160 subjects

:: Definisi Urapa ::

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

:: Definisi Urapa ::

Post  semesta on Fri Jul 31, 2009 2:37 pm

Kita sering mendengar suatu ungkapan bahwa Allah tidak melihat kemampuan kita tetapi melihat kesediaan kita. Ini merupakan kebenaran seratus persen. Namun itu baru merupakan sebagian dari seluruh ceritanya.

Sebagian lagi adalah ketika kita menyediakan diri kita dipakai oleh Dia, Dia menaruhkan di dalam kita kemampuanNYa untuk melakukan pekerjaanNya. Impartasi (pemberian) kemampuanNYa kedalam hidup kita untuk melakukan pekerjaanNya itu disebut “pengurapan”.

Di dalam seluruh Alkitab, kita membaca tentang bagaimana Allah memanggil dan mengurapi umatNya untuk melakukan pekerjaanNya.

Harun dan anak-anaknya diurapi untuk menjadi imam (Kel 30:30; Im 8:10). Musa memiliki suatu urapan Roh Allah di atasnya (Bil 11:17). Yosua memiliki urapan yang diimpartasi (diberikan) ke atas dia melalui penumpangan tangan (Ul 34:9). Saul diurapi untuk menjadi raja (1 Sam 10:1). Daud diurapi untuk menjadi raja (1 Sam 16:13). Yesus diurapi untuk memanifestasikan kedatanganNya sebagai Mesias (Kis 10:38).

Jika kita mempelajari setiap hamba Allah di dalam Alkitab, maka dengan jelas Alkitab menunjukkan bahwa Allah mengharapkan setiap orang yang Ia pakai menerima urapanNya, baik pekerjaanNya itu adalah profesi seperti Besalul, pelayanan diakon dalam gereja atau seorang rasul seperti Paulus (Kel 31:2,3; Kis 6:3; Kor 1:21).

Sebaliknya, setiap pekerjaan yang dilakukan manusia tanpa urapan ditolak Allah. Saul yang hanya diurapi sebagai raja ditolak oleh Allah ketika ia mempersembahkan korban bakaran sebab ia tidak diurapi sebagai seorang imam (1 Sam 13:9-14). Ia tidak memiliki urapan untuk berfungsi sebagai seorang imam. Raja Uzia juga mencoba untuk menjadi seorang imam dan selanjutnya hukuman jatuh ke atasnya sebab ia tidak memiliki urapan seorang imam (2 Taw 26:18).

Urapan itu Berharga dan Kudus

Urapan yang Allah berikan pada hamba-hambaNya itu adalah suatu komoditas yang berharga dan Allah mengharapkan kekudusan dari bejana-bejanaNya sebelum Ia memberikannya pada mereka. Harun diberitahukan bahwa urapan yang ia terima adalah begitu kudusnya sehingga ia tidak boleh meninggalkan tabernakel (kemah suci) selama tujuh hari, dan kalau melanggar maka ia akan mati (Im 10:6), Harun tidak diizinkan untuk menangis! (Im 10:6).

Anak-anak Harun, Nadab dan Abihu, mati karena mereka mempersembahkan api yang asing (Im 10:1,2). Kemungkinan ini terjadi karena kemabukan mereka sebab sesudah kejadian itu, segera Allah memperingatkan Harun serta anak-anaknya supaya jangan minum anggur atau minuman keras (Im 10:9).

Urapan yang Allah taruhkan ke atas bejana-bejanaNya adalah begitu kudus sehingga Allah memperingatkan orang lain untuk tidak menjamah orang-orang yang diurapiNya (1 Taw 16:22). Allah tidak senang pada orang-orang yang tidak menghormati urapanNya yang ada di atas bejana-bejanaNya. Miryam mendapatkan pelajaran ini dengan cara yang pahit (Bil 12:1-10). Ini adalah satu cara yang pasti untuk membuat Allah marah.

Allah sungguh memperhatikan hamba-hambaNya karena kepentinganNya tetap ada di atas mereka – urapan Roh Kudus, suatu ‘bahan’ yang berharga dan komoditas surgawi yang kudus.

Manifestasi Urapan

Kita dapat mendefinisikan dan mengerti urapan dengan memperhatikan manifestasi pekerjaan di atas kehidupan mereka yang diurapiNya> Bezaleel dan Aholiab menerima keahlian khusus dalam bidang rancangan, mengasah batu permata dan mengukur (Kel 31:1-6). Perhatikan bagaimana Allah menghubungkan kemampuan mereka dan orang-orang bersama mereka dengan urapanNya secara erat (Kel 31;6). Musa bersama tujuh puluh penatua menerima kemampuan khusus untuk memerintah dan memimpin orang Israel (Bil 11:16,17,25). Yosua menerima hikmat khusus (Ul 34:9). Kemampuan Daud yang khusus sebagai tentara dan prajurit yang besar dating dari pengurapan atas hidupnya (2 Sam 22:33 – 35). Ini bukan suatu kemampuan jasmani tetapi suatu impartasi (pemberian) ilahi yang melatih tangannya untuk berperangdan lengannya untuk melenturkan busur tembaga (Mzm 18:35).

Elia dan Elisa menerima kuasa untuk mengerjakan mujijat melalui urapan di atas hidup mereka (2 Raj 2:9, 14). Daniel menerima pengertian dan hikmat ilahi melalui urapan di atas kehidupannya (Dan 5:11).

Yesus memulai pelayanan mujijatNya setelah menerima urapan atas kehidupanNya (Kis 10:38).

Sampai disini saudara seharusnya sudah sangat jelas melihat bahwa urapan itu adalah suatu takaran yang nyata atau dapat dirasakan dari Roh Kudus Allah yang diimpartasikan (diberikan) ke atas mereka yang dipilih; dan urapan itu memberikan kemampuan khusus secara ilahi untuk melaksanakan panggilan pekerjaan Alah dalam hidup mereka.

Semua orang yang Allah pakai tidak mempunyai kemampuan dalam diri mereka. Tetapi ketika urapan turun ke atas kehidupan mereka, mereka dapat melakukan hal-hal yang jauh lebih tinggi dari kemampuan mereka. Maka begitu pentingnya bagi semua umat Allah untuk menerima urapanNya untuk melakukan kehendakNya.


Perlunya Urapan Allah

Jika gereja Tuhan Yesus Kristus pada saat ini mau berusaha untuk melakukan pekerjaanNya dengan urapanNya, kita dapat memutar-balikkan dunia ini bagi Yesus.

Sesungguhnya Yesus mengharuskan gerejaNya untuk menerima urapanNya sebelum mereka boleh keluar untuk melayani (Luk 24:29;Kis 1:4-Cool. Ketika gerejaNya dianiaya, mereka berdoa memohon unutk urapan keberanian/tekad yang lebih besar dan mereka menerimanya! (Kis 4:29-31). Urapan yang diimpartasikan begitu besarnya bahkan rumah sampai bergoncang.

Dunia ini tidak dapat diinjili tanpa kuasa dan urapan Allah. Yesus berkata bahwa ketika Roh Kudus dating ke atasmu, kamu akan menerima kuasa dan menjadi saksiNya (Kis 1:Cool. Paulus mengatakan bahwa orang Kafir taat akan injil melalui tanda-tanda dan keajaiban-keajaiban yang luar biasa yang Allah lakukan melalui dia dengan kuasa Roh Kudus (Rm 15:19). Hanya setelah kesaksian Paulus dan Barnabas tentang kuasa Allah yang bekerja di antara orang-orang Kafir mengkonfirmasikan injilNya sehingga permasalahan orang Kafir dapat dibereskan di dalam sidang di Yerusalem (Kis 15:12, 13).


Urapan Menghasilkan Kuasa dan Keyakinan (Pertobatan)


Yesus sendiri memberitahukan pada orang-orang Yahudi jika Ia melakukan pekerjaanNya yang Ia lakukan di antara mereka, mereka tidak diwajibkan untuk percaya pada Dia (Yoh 10:37). Namun, setelah melihat pekerjaan yang dilakukanNya, Yesus mengatakan bahwa mereka paling tidak harus percaya pada Dia “karena pekerjaan-pekerjaan itu”.

Kepada murid-muridNya, Yesus mengatakan jika mereka sulit percaya tentang kebersatuanNya dengan Bapa, mereka tetap harus percaya “demi pekerjaan-pekerjaan itu sendiri” (Yoh 14:11). Betapa pentingnya pekerjaan-pekerjaanNya dalam pelayananNya! Dan melihat semua pekerjaanNya adalah hasil dari pengurapan itu adalah suatu factor yang penting untuk dipertimbangkan!

Pengurapan Roh Kudus senantiasa menghasilkan kuasa. Kata ‘kuasa’ yang ada hubungannya dengan urapan dating dari kata Yunani ‘dunamis’ yang artinya ‘kemampuan’. Kemampuan Allah yang diimpartasi melalui urapan.

Maka kita dapat menyimpulkan dengan mendefinisikan urapan itu sebagai kesanggupan atau impartasi kemampuan Allah atas bejana yang bersedia dan berserah unutk memenuhi dan melakukan kehendakNya dan pekerjaanNya. Kemampuan ini serta impartasi akan menolong mereka yang telah menerimanya untuk melakukan pekerjaan ilahi meskipun mereka tetap merupakan mahkluk-mahkluk jasmani.

Urapan itu sendiri adalah bahan surgawi, Itu adalah bahan/zat rohani yang mengandung kuasa Allah. Seperti listrik yang dapat disimpan. Urapan dalam tangan Paulus ditansferkan dan disimpan di dalam saputangan dan kain (Kis 19:11,12). Urapan Elisa masih tersimpan dalam tulang yang sudah mati, bahkan ada tersimpan kuasa yang cukup untuk membangkitkan orang dari antara orang mati (2 Raj 13:21). Urapan dapat dipindah dan diimpartasikan melalui penumpangan tangan atau kain (Ul 34:9; 2 Tim 1:6; 2 Raj 2:13,14). Hal-hal tentang memindahkan dan mentransfer urapan ini akan dibicarakan lebih dalam lagi dalam buku ini.

Seperti Paulus, kitapun dapat mengatakan bahwa kita memiliki harta ini dalam bejana tanah liat, bahwa kuasa ini berasal dari Allah, bukan dari diri kita (2 Kor 4:7).

(sumber: Pengurapan Roh Kudus – Peter Tan).


semesta

Jumlah posting : 54
Points : 96
Reputation : 0
Join date : 29.06.09

Kembali Ke Atas Go down

Re: :: Definisi Urapa ::

Post  oot30 on Fri Aug 21, 2009 10:56 am

bung semesta,

saya klop dengan tulisan ini, bahwa sebenarnya kita bukan tidak mampu dan tidak mempunyai kemampuan tapi selalu cenderung menolak untuk dikembangkan dan mengembangkan diri.

apakah demikian bung? cheers

oot30

Jumlah posting : 103
Points : 104
Reputation : 0
Join date : 19.08.09

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik