Pencarian
 
 

Display results as :
 


Rechercher Advanced Search

Latest topics
» Tanya Jawab seputar Kundalini dng Raja Kudalini
Tue May 15, 2012 12:26 pm by henry_gautama

» KUNDALINI SHAKTI part 3
Sun Mar 25, 2012 4:42 pm by henry_gautama

» KUNDALINI SHAKTI part 2.
Sun Mar 25, 2012 4:39 pm by henry_gautama

» Kundalini Part 1 By TRIMURTI YOGA KUNDALINI
Sat Mar 24, 2012 9:24 pm by henry_gautama

» Kundalini-not Only in Hinduism
Sat Mar 24, 2012 8:52 pm by henry_gautama

» Pandangan Tantrayana ttg Pembangkitan Kundalini:
Fri Mar 23, 2012 9:52 pm by henry_gautama

» Beasiswa S1
Tue Mar 20, 2012 4:39 pm by henry_gautama

» Lowongan MANAGER OPERASIONAL
Tue Mar 20, 2012 4:37 pm by henry_gautama

» Mengenal lebih dekat Kundalini
Tue Mar 20, 2012 3:16 pm by henry_gautama

Connect Facebook
Samudera Hati (TYK)

Samudera Hati (TYK)

Gallery


December 2016
MonTueWedThuFriSatSun
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 

Calendar Calendar

Navigation
 Portal
 Indeks
 Anggota
 Profil
 FAQ
 Pencarian
Poll
Counter
Anda pengunjung yang ke :
www.samuderahati.co.cc

Statistics
Total 68 user terdaftar
User terdaftar terakhir adalah Enung Martina

Total 428 kiriman artikel dari user in 160 subjects

:: Riwayat Pedang Taia :: - # 2

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

:: Riwayat Pedang Taia :: - # 2

Post  semesta on Wed Jul 29, 2009 10:25 am

... sambungan

“Dengan demikian, orang yang cakap akan menggunakan pedang, tetapi bukan untuk membunuh orang lain. Dia menggunakan pedang dan memberikan kehidupan kepada orang lain. Jika perlu membunuh, dia akan membunuh. Jika perlu mengorbankan nyawa, dia akan mengorbankan nyawa. Saat membunuh, dia membunuh dengan konsentrasi penuh; saat mengorbankan nyawa, dia mengorbankan nyawa dengan konsentrasi penuh. Tanpa melihat benar atau salah, dia mampu melihat benar dan salah; tanpa mencoba membedakan, dia mampu membedakan dengan baik. Berjalan di atas air seperti layaknya berjalan di darat, dan berjalan di darat seperti layaknya berjalan di atas air. Jika mampu mendapatkan kebebasan seperti ini , dia tidak akan dibingungkan oleh siapa pun di dunia. Dengan demikian, dia akan melampaui batas pertemanan.”

‘Orang yang cakap’ berarti orang yang cakap dalam seni ilmu bela diri.

‘Dia menggunakan pedang, tetapi bukan untuk membunuh orang lain’ berarti bahwa walaupun dia tidak menggunakan pedang untuk membunuh orang lain, jika lawan dihadapkan pada prinsip ini, mereka akan ketakutan dan mati dengan sendirinya. Tidak perlu membunuh mereka.

‘Dia menggunakan pedang dan memberikan kehidupan kepada orang lain’ berarti bahwa ketika berhadapan dengan musuh yang berpedang, dia akan menyesuaikan segala sesuatu gerakan lawan itu dan dia sendiri akan dapat memerhatikannya dengan sesuka hati.

‘Jika perlu membunuh, dia akan membunuh, jika perlu mengorbankan nyawa, dia akan mengorbankan nyawa. Saat membunuh, dia membunuh dengan konsentrasi penuh, saat mengorbankan nyawa, dia mengorbankan nyawa dengan konsentrasi penuh’ berarti bahwa, entah mengorbankan nyawa atau mengambil nyawa, dia melakukannya dengan perasaan bebas dalam kondisi pikiran yang sangat tenang serta dengan konsentrasi penuh. Kemudian, orang yang tenang itu akan menjadi satu dengan obyek konsentrasinya.

‘Tanpa melihat benar atau salah, dia mampu melihat benar dan salah; tanpa mencoba membedakan, dia mampu membedakan dengan baik’ Kalimat ini berarti bahwa dalam hal ilmu bela dirinya, dia tidak melihatnya untuk mengatakan “benar” atau “tidak benar”, tetapi mampu melihat perbedaan itu. Dia tidak mencoba menilai suatu permasalahan, tetapi mampu melakukannya dengan baik.

Jika seseorang memasang cermin, rupa apa pun yang kebetulan ada dihadapannya akan terpantul serta terlihat . Ibarat kaca yang melakukannya tanpa berpikir, berbagai rupa akan terpantul dengan jelas, tanpa bermaksud membedakan rupa yang ini dari yang itu. Dengan mengubah seluruh pola pikirnya seperti sebuah cermin, orang yang mempraktikkan seni ilmu bela diri tidak akan mempunyai keinginan untuk membedakan yang benar dari yang salah, tetapi sesuai dengan kejernihan cermin dalam pikirannya, penilaian benar dan salah akan didapatkan tanpa dia sendiri memberikan pemikiran mengenai hal itu.

‘Berjalan di atas air seperti layaknya berjalan di darat, dan berjalan di darat seperti layaknya berjalan di atas air.’ Arti kalimat ini tidak akan dimengerti oleh siapa pun yang belum mendapat pencerahan mengenai sumber tertinggi umat manusia.

Jika seorang bodoh berjalan di tanah seperti layaknya berjalan di atas air, ketika dia berjalan di tanah, dia akan jatuh tengkurap. Jika dia berjalan di atas air seperti layaknya berjalan di tanah, ketika dia berjalan di atas air, dia mungkin akan berpikir bahwa dia sungguh-sungguh bisa berjalan-jalan dengan bebas. Berkenaan dengan hal ini, manusia yang lupa akan arti tanah dan air pertama-tama harus memahami dulu prinsip ini.

‘Jika mampu mendapatkan kebebasan seperti ini, dia tidak akan dibingungkan oleh siapa pun di dunia ini.’ Menurut kalimat ini, seorang ahli seni bela diri yang mampu mendapatkan kebebasan seperti ini tidak akan bingung dengan apa yang harus dilakukannya, tak peduli siapa pun di dunia ini yang akan menjadi lawan tandingnya.

‘Dengan demikian, dia akan melampaui batas pertemanan’ berarti dia tidak akan mempunyai teman sejawat di dunia ini. Dia akan menjadi seperti Shakyamuni yang berkata, “Baik di Surga di atas dan Bumi di bawah, sayalah satu-satunya Yang Mulia”

.... bersambung



semesta

Jumlah posting : 54
Points : 96
Reputation : 0
Join date : 29.06.09

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik